Sura Dira Jaya Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti

Segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar.

Urip Iku Urup

Hidup itu Nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain disekitar kita

#KratonWedding Akad Nikah (2)

Acara Akad Nikah akan ditutup dengan sungkem yang dilakukan mempelai pria kepada Sri Sultan HB X dengan terlebih dahulu melepas dan meletakkan keris yang ia bawa di belakang dirinya. Sungkem ini juga sekaligus menjadi simbol penghormatan dan mohon doa restu karena sudah sah menjadi suami dari putri Sultan.

Setelah Akad Nikah selesai, mempelai pria akan kembali ke Bangsal Kasatriyan untuk bersiap-siap melakukan acara Panggih. Sementara Sultan akan kembali ke Kraton Kilen.

Sumber narasi: www.kratonwedding.com

#KratonWedding Akad Nikah (1)

Akad Nikah akan dilakukan di Masjid Panepen Kraton Yogyakarta. Akad Nikah ini hanya akan dihadiri calon mempelai pria dan keluarga serta Sri Sultan beserta keluarga, tanpa calon mempelai wanita. Calon mempelai wanita akan berada di Sekar Kedhaton.

Di masjid Panepen, telah disediakan sanggan berupa pisang sejumlah satu lirang yang merupakan simbol pengabdian diri kepada Sultan. Akad Nikah ini hanya akan dihadiri oleh kerabat laki-laki.

Calon mempelai pria akan berjalan masuk menuju Masjid Panepen dimana Sultan HB X sudah menunggu di dalam masjid. Setelah penghulu dan rombongan calon mempelai pria masuk ke dalam Masjid Panepen, ijab kabul lalu dimulai dengan acara khotbah nikah oleh penghulu.

Pada saat Akad Nikah ini, Sultan HB X akan menikahkan sendiri putrinya. Sultan lalu akan melanjutkan dengan pengucapan ijab kabul yang kemudian dijawab oleh calon mempelai pria. Setelah pengucapan ijab kabul selesai, dilanjutkan dengan dipanjatkannya doa pernikahan dan acara penandatanganan dokumen ijab kabul oleh calon mempelai pria beserta para saksi.

Sumber narasi: www.kratonwedding.com 

#KratonWedding Midodareni.

Setelah acara tantingan Sultan bersama Permaisuri serta kerabat akan menemui calon mempelai pria dan keluarganya di Bangsal Kasatriyan. Di Bangsal Kasatriyan ini, kedua calon besan akan berbincang untuk saling mengakrabkan diri. Seusai berbincang, Sultan akan menengok kamar pengantin di Bangsal Kasatriyan dan melihat apakah semua sudah beres.

Sumber narasi: www.kratonwedding.com

#KratonWedding Tantingan Dan Kemantapan Hati

Setelah Siraman, upacara selanjutnya adalah Tantingan. Tantingan akan dilakukan di Emper Bangsal Prabayeksa pada malam hari setelah shalat Isya. Dalam upacara ini, Sultan didampingi Permaisuri dan putri-putrinya, menanyakan kemantapan hati serta kesiapan calon mempelai wanita untuk menikah dengan pria yang sudah meminangnya.

Tantingan akan disaksikan oleh Penghulu Kraton, Abdi Dalem Pemetakan, dan petugas KUA Kecamatan Kraton.

Dahulu kala, upacara Tantingan ini dijadikan sarana untuk memberitahukan siapa yang akan menikahi putri Sultan. Sebab, dulu calon mempelai pria dengan calon mempelai wanita belum saling mengenal karena pernikahan dilaksanakan melalui proses perjodohan.

Seiring berkembangnya zaman, adat perjodohan mulai memudar semenjak era Sultan HB IX. Saat ini, upacara Tantingan dimaksudkan untuk menanyakan kemantapan dan kesiapan calon mempelai wanita untuk dinikahkan. Upacara Tantingan ini tetap dilakukan dengan tujuan untuk melestarikan kebudayaan Kraton dan juga akan dilakukan dengan bahasa Bagongan (bahasa Kraton).

Sumber narasi: www.kratonwedding.com

#KratonWedding Siraman; Simbol Menyucikan Diri (2)

Calon mempelai wanita akan duduk di kamar mandi di Bangsal Sekar Kedhaton dengan kemben dan rangkaian bunga melati membalut tubuhnya. Seorang Nyai Penghulu lalu memanjatkan doa, meminta karunia dari Sang Maha Kuasa.

Air yang digunakan untuk Siraman berasal dari tujuh mata air yang ada di lingkungan Kraton. Air tersebut akan ditaburi kembang setaman, yakni roncean bunga-bunga. Air ini kemudian akan diguyurkan ke tubuh calon mempelai wanita. Guyuran pertama dilakukan oleh ibunda calon mempelai wanita lalu disusul oleh sesepuh keluarga Kraton.

Setelah disirami, calon mempelai wanita kemudian akan berwudhu menggunakan air yang ada di dalam sebuah kendi. Kendi tersebut kemudian akan dipecahkan di depan calon mempelai wanita. Pecahnya kendi ini memiliki simbol pecah pamor yakni keluarnya pesona dari calon mempelai. Diharapkan, setelah ini, calon mempelai tersebut akan semakin cantik dan manglingi (membuat setiap orang tidak mengenal saking cantiknya).

Selesai tubuhnya diguyur air dengan kembang setaman, upacara dilanjutkan dengan merias diri. Kegiatan ini dilakukan di emper Sekar Kedhaton sebelah timur. Salah satu proses merias yang dilakukan adalah mengerik rambut dahi calon mempelai perempuan. Hal ini adalah simbol dari pembersihan diri dari hal-hal buruk.

Sementara itu, air dari tujuh mata air yang juga digunakan untuk calon mempelai putri diantarkan oleh salah satu putri Sultan yang sudah menikah ke kamar mandi di Bangsal Kasatriyan (Gedhong Pompa). Air ini akan digunakan untuk upacara Siraman calon mempelai pria.

Di Bangsal Kasatriyan, calon mempelai pria bersama keluarga dan rombongan sudah menunggu. Siraman akan dilakukan oleh ibunda calon mempelai wanita, ibunda calon mempelai pria, dan sesepuh-sesepuh lainnya. Urut-urutannya pun sama seperti yang dilakukan kepada calon mempelai wanita.

Upacara Siraman ini semuanya dilakukan oleh wanita. Alasannya adalah karena para wanita merupakan ibu yang merawat anak-anak. Jumlah orang yang menyirami harus berjumlah ganjil. Jumlah ganjil ini diambil dari kepercayaan Hindu yang melambangkan Trimurti (Brahma, Wisnu, Syiwa) yang juga dipercaya dapat menolak bala.

Siraman dilakukan sebagai simbol menyucikan diri. Menikah dianggap sebagai babak baru dalam kehidupan manusia, sehingga dengan Siraman diharapkan dapat menjadikan seseorang bersih secara jasmani maupun batin.

Sumber narasi: www.kratonwedding.com

#KratonWedding Siraman; Simbol Menyucikan Diri (1)

Setelah upacara Nyantri, acara akan dilanjutkan dengan Siraman. Kata Siraman berasal dari kata siram yang berarti mandi. Siraman mengandung arti memandikan calon mempelai yang disertai dengan niat membersihkan diri agar menjadi bersih dan murni atau suci lahir dan batin. Upacara Siraman akan dilakukan di Bangsal Sekar Kedhaton untuk calon mempelai wanita, dan di Bangsal Kasatriyan untuk calon mempelai pria.

Sumber narasi: www.kratonwedding.com

rakyat jogja tumplek blek ikut berbahagia #kratonwedding

rakyat jogja tumplek blek ikut berbahagia #kratonwedding

rombongan yg berada di belakang kereta mbak Hayu dan mas Noto saat keluar kirab #kratonwedding @@kratonwedding

rombongan yg berada di belakang kereta mbak Hayu dan mas Noto saat keluar kirab #kratonwedding @@kratonwedding

Tim Tepas Tandha Yekti foto bersama dengan mbak Hayu dan mas Noto. @kratonwedding #kratonwedding

Tim Tepas Tandha Yekti foto bersama dengan mbak Hayu dan mas Noto. @kratonwedding #kratonwedding

@kratonwedding #kratonwedding Candid by Jeng Reni (putri ke V HB X) pas mau muterhore di kepatihan di depan keluarga Sultan 😂😂😂. #blangkonhore #muterhore

@kratonwedding #kratonwedding Candid by Jeng Reni (putri ke V HB X) pas mau muterhore di kepatihan di depan keluarga Sultan 😂😂😂. #blangkonhore #muterhore

mbak Hayu melambaikan tangan ke masyarakat jogja saat kirab #kratonwedding @@kratonwedding

mbak Hayu melambaikan tangan ke masyarakat jogja saat kirab #kratonwedding @@kratonwedding

mempelai yg berbahagia saat berangkat kirab #kratonwedding @@kratonwedding

mempelai yg berbahagia saat berangkat kirab #kratonwedding @@kratonwedding

Nonton kirab dibalik kaca, jadi kayak manequin, manequin yang bisa gerak 😄 #KratonWedding @KratonWedding

Nonton kirab dibalik kaca, jadi kayak manequin, manequin yang bisa gerak 😄 #KratonWedding @KratonWedding